Diduga Penipuan Investasi dan Arisan Bodong Pelaku Melarikan Diri Membawa Uang Investor

Gambar: Diduga Penipuan Investasi dan Arisan Bodong Pelaku Melarikan Diri Membawa Uang Investor.

PURWAKARTA – Dugaan kasus investasi bodong kembali mencuat dan menelan puluhan korban. Salah satu korban, Wulan Nopita Sari, mengungkapkan kronologi keterlibatannya dengan terduga pelaku berinisial MY, yang hingga kini dilaporkan menghilang dan sulit dihubungi.

Wulan menjelaskan, dirinya pertama kali mengenal MY melalui media sosial. Saat itu, MY bergabung sebagai anggota arisan online yang diikutinya. “Awalnya kami sama-sama pernah menjadi korban investasi bodong oleh orang yang sama. Dari situ kami mulai dekat dan akhirnya MY mengajak saya bekerja sama dalam investasi,” ujar Wulan saat diwawancarai.

Keputusan Wulan untuk bekerja sama dengan MY didasari janji keuntungan besar yang ditawarkan. Pada tahap awal, Wulan mengaku hanya menitipkan modal kecil dan hasilnya sesuai dengan kesepakatan. “Sekitar empat kali MY memberikan keuntungan dan mengembalikan modal tepat waktu, sehingga saya semakin percaya,” ungkapnya.

Namun masalah mulai muncul ketika Wulan menitipkan modal dalam jumlah besar. MY mulai memberikan berbagai alasan dan terus mengulur waktu pencairan dana. Hingga akhirnya, MY tidak lagi memberikan kabar dan tidak menepati perjanjian yang telah disepakati sebelumnya.

“Saya sudah berusaha menghubungi MY melalui WhatsApp dan berbagai cara lainnya, tapi sampai sekarang tidak ada jawaban sama sekali,” kata Wulan. Dari situ, ia mulai menyadari bahwa dirinya diduga telah menjadi korban penipuan investasi bodong.

Wulan merinci total kerugian yang dialaminya mencapai sekitar Rp100 juta dari investasi, ditambah sekitar Rp23 juta dari arisan. Tidak hanya dirinya, sejumlah anggota keluarga dan kerabat dekat juga turut menjadi korban.

“Kerugian keluarga saya juga cukup besar.mama Aye mengalami kerugian sekitar Rp 33 juta dari arisan dan tabungan Idul Fitri, sementara korban lain bernama Aci mengalami kerugian sekitar Rp4.520.000 dari tabungan,” jelasnya. Selain itu, terdapat beberapa korban lain yang belum ingin dipublikasikan identitasnya.

Menurut Wulan, jumlah korban saat ini tercatat sekitar 63 orang, dan diperkirakan akan terus bertambah. Ia memperkirakan total kerugian seluruh korban bisa mencapai Rp1 miliar, bahkan berpotensi lebih jika semua korban sudah terdata.

Investasi dan arisan yang dikelola MY diketahui berjalan selama kurang lebih lima bulan. dalam periode tersebut, banyak korban yang masih tergiur dengan janji keuntungan dan iming-iming pengembalian dana, meskipun tanda-tanda kejanggalan mulai terlihat.

Hilangnya MY baru diketahui ketika para korban mencoba mendatangi kediamannya. “Saya dan korban lain sudah mencoba mendatangi rumah MY, tapi keluarganya juga sudah tidak ada di rumah. Sejak itu, MY benar-benar hilang kontak padahal sebelum menghilang MY sempat berjanji akan menjual beberapa aset tanah dan mobilnya untuk mengganti kerugian Wulan,namun setelah tanah itu terjual MY tidak membayar sepeserpun, bahkan mobil yang di janjikan akan di jualpun di bawa oleh MY ,” ungkap Wulan.

Atas kejadian ini, seluruh korban berharap MY dan siapa pun yang terlibat dapat bertanggung jawab. “Kami berharap ada kesadaran dari MY untuk menyelesaikan masalah ini. Jika tidak, kami para korban sepakat akan melaporkan kasus ini ke pihak berwajib dan berharap aparat segera menangkap MY,” tegas.*

Peliput: Endang

Tinggalkan Balasan